Studi Ekologi dan Pemanfaatan Vegetasi untuk Konservasi Air di Beberapa Sumber Mata Air Desa Jak Kabupaten Timor Tengah Utara
DOI:
https://doi.org/10.55448/edwedj24Kata Kunci:
Desa Jak, Ekologi, Konservasi, Mata Air, VegetasiAbstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran kelas diameter batang pada setiap spesies, pemanfaatan vegetasi dengan menghitung nilai kerapatan, frekuensi, Luas Basal Area, Indeks Nilai Penting, pengaruh faktor lingkungan terhadap pertumbuhan vegetasi serta mengetahui bentuk pemberdayaan masyarakat terhadap keberadaan vegetasi di sekitar mata air Desa Jak. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuadrat dengan membuat garis transek dengan panjang 200 meter di setiap sumber mata air. Terdapat tiga sumber mata air yaitu Oe’aniut, Oe’naek dan Oe’ana. Pada setiap titik mata air di letakan plot-plot pengamatan sebanyak 5 buah plot. Data vegetasi yang dicuplik berupa growth form pohon, tiang, pancang, dan semai. Parameter lingkungan dalam penelitian ini yaitu suhu dan kelembapan udara, pH dan kelembaban tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vegetasi yang ditemukan berdasarkan kelas diameter batang umumnya bervariasi antar lokasi. Vegetasi yang dimanfaatkan untuk konservasi air yaitu Syzygium samarangense, Ficus benjamina, Areca catechu. INP tertinggi untuk strata pohon Syzygium samarangense, strata tiang Areca catechu, strata pancang dan semai Syzygium samarangense.. Masyarakat juga sering melakukan konservasi vegetasi dan reboisasi pada setiap titik sumber mata air.
Referensi
Aulia, T. O. S. & Dharmawan. 2010. Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumber Daya Air di Kampung Kuta. Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia ISSN 1978-433, Vol 04, No. 03.
Binsasi, R., Sancayaninmgsih, R.P., Murti, H.S. 2016. Evaporasi dan Transpirasi Tiga Spesies Dominan Dalam Konservasi Air di Daerah Tangkapan Air (DTA) Mata Air Geger Kabupaten Bantul Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Biologi 1(3):32-34.
Binsasi, R., Sancayaninmgsih, R.P., Murti, H.S. 2017. Analisis Ekologis Vegetasi Pohon Di Daerah Tangkapan Air (DTA) Mata Air Geger Kabupaten Bantul Yogyakarta. Jurnal Sains dan Teknologi, 9(2):1-10. DOI: https://doi.org/10.32764/saintekbu.v9i2.110
Bogidarmanti, R., N. Mindawati., H.S. Nuroniah., dan A.S. Kosasih. (2004). Pemilihan jenis potensial untuk konservasi lahan terdegradasi. Prosiding Ekspose Hasil-hasil Penelitian: Pemanfaatan Jasa Hutan dan Non Kayu Berbasis Masyarakat sebagai Solusi Peningkatan Produktivitas dan Pelestarian Hutan. Bogor: Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam. Direktorat Pengolaan Air Irigasi. 2011. Pedoman Teknis Konservasi Air Melalui Pembangunan Embung/Dam Parit. Direktorat Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian pertanian. Jakarta.
ESDM, 2009 Karakteristik mata air ditentukan oleh aspek hidrologis yaitu vegetasi yang terdapat didalamnya. Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekolgi. Bumi Aksara. Jakarta.
Ingrat, 2018. Metode Kuadrat Dengan Menempatkan Plot di Sepanjang Garis Transek. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Mitchell, 2007. Analisis pengumpulan data vegetasi pohon Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Solikin. 2000. Peranan Konsevasi Flora dalam Pelestarian Sumber Daya Air di Indonesia. Jurnal Natural 4 (2: 117-123
Supriatna, J. 2018. Konservasi Biodiversitas (Teori dan Praktik di Indonesia). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Suryatmojo H. 2006. Konservasi Tanah di Kawasan Karst Gunung Kidul [skripsi]. Yogyakarta: Program Studi Konservasi Suberdaya Hutan Fakultas Kehutanan UGM.
Tjitrosoepomo, G. 2010. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.
Wikantika, K., A., Sinaga, S., Darmawan, T.A., Lukman. 2005. Detection of Vegetation Changes Using Spectral Mixture Analisis from Multiremporal Data of Landsat-TM and ETM. Journal of Infrastructure and Built Environment, 1(2): 11-21.
Wiryono. 2012. Ekologi Hutan. Bengkulu: UNIB Press
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis artikel yang diterbitkan di Jurnal EMS diizinkan untuk mengarsipkan sendiri versi terbitan/PDF di mana saja.

























