Pengaruh Luas Kebakaran Hutan dan Lahan Terhadap Tingkat Pencemar Udara PM10

Penulis

  • Dwi Maharani Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran
  • Dewi Arafa Azra Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran
  • Sarah Aprilia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran
  • Uzzi Ziqma Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran
  • Resa Septiani Pontoh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.55448/ems.v2i2.14

Abstrak

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Indonesia akan menghasilkan beberapa kandungan zat yang dapat mencemari udara. Pencemaran udara yang terjadi dipantau dengan menggunakan Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU yang terdiri dari nilai konsentrasi 5 macam zat sebagai parameter dari indeks pencemaran udara tersebut yaitu partikulat (PM10), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2) dan ozon (O3). Penyebab kebakaran hutan sendiri bermacam-macam, bisa karena alam dan manusia. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh alam dapat terjadi karena musim kemarau yang berkepanjangan, sementara yang disebabkan oleh manusia dapat terjadi karena adanya pembakaran hutan untuk membuka lahan untuk perkebunan baru. Kebakaran hutan dan lahan juga dapat dideteksi, seperti yang sudah disebutkan di atas menggunakan indeks standar pencemaran udara (ISPU). Penelitian ini mengkaji pengaruh kebakaran hutan dan lahan terhadap tingkat pencemaran udara, yang difokuskan untuk meneliti kandungan partikulat (PM10). Metode yang digunakan adalah regresi linear sederhana, yaitu sebuah persamaan yang dapat menggambarkan hubungan antara variabel bebas dan variabel tak bebas. Diperoleh persamaan dari hasil analisis regresi linear sederhana adalah Y=26,605+8,99E-5X, dan dengan tingkat kepercayaan 95%, Luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Ha) Provinsi di Indonesia 2019 (X)  mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rata-rata Partikulat (PM10) di Provinsi di Indonesia 2019 (Y).

Metrik

Metrik sedang dimuat ...

Referensi

Global Forest Watch Fires (2019). Retrieved from Global Forest Watch Fires: https://fires.globalforestwatch.org/map/

Andi Wijayanto, S. M. (2010). Analisis Regresi Linear Sederhana. Universitas Diponegeoro. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/6440/

Balch, O. (2015, November 11). Indonesia's forest fires: everything you need to know. Retrieved from The Guardian: https://www.theguardian.com/sustainable-business/2015/nov/11/indonesia-forest-fires-explained-haze-palm-oil-timber-burning

Budiyono, A. (2001). Pencemaran Udara: Dampak Pencemaran Udara Pada Lingkungan. Berita Dirgantara Vol. 2.

Chamorro, A., Minnemeyer, S., & Sargent, S. (2017, February 15). Riwayat Kebakaran di Indonesia untuk Mencegah Kebakaran di Masa Depan. Retrieved from Global Forest Watch: https://blog.globalforestwatch.org/fires/riwayat-kebakaran-di-indonesia-untuk-mencegah-kebakaran-di-masa-depan

Global Forest Watch Fires. (2015). Retrieved from Global Forest Watch Fires: https://fires.globalforestwatch.org/map/

Halim, D. (2019, 10 22). BNPB: Luas Lahan Terbakar Capai Sekitar 857.000 Hektar. Retrieved from Kompas.com: https://nasional.kompas.com/read/2019/10/22/15460191/bnpb-luas-lahan-terbakar-capai-sekitar-857000-hektar?page=all

Harris, N., Minnemeyer, S., Mann, S. A., Payne, O., & Sizer, N. (2015, October 29). With Latest Fires Crisis, Indonesia Surpasses Russia as World’s Fourth-Largest Emitter. Retrieved from Global Forest Watch: https://blog.globalforestwatch.org/fires/with-latest-fires-crisis-indonesia-surpasses-russia-as-worlds-fourth-largest-emitter

Harris, N., Minnemeyer, S., Stolle, F., & Payne, O. (2015, October 16). Indonesia’s Fire Outbreaks Producing More Daily Emissions than Entire US Economy. Retrieved from World Resources Institute: https://www.wri.org/blog/2015/10/indonesia-s-fire-outbreaks-producing-more-daily-emissions-entire-us-economy

Kehutanan, K. L. (n.d.). Index Kualitas Udara. Retrieved from Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan: http://iku.menlhk.go.id/aqms/istilah

Kehutanan, K. L. (n.d.). Retrieved from http://iku.menlhk.go.id/aqms/arsip

Kehutanan, K. L. (n.d.). SiPongi Karhutla Monitoring Sistem. Retrieved from http://sipongi.menlhk.go.id/hotspot/luas_kebakaran#

Mapilata, E., Gandasasmita, K., & Djajakirana, G. (2013). Analisis Daerah Rawan Kebakaran Hutan Dan Lahan Dalam Penataan Ruang Di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Globe Volume 15 No. 2, 178-184.

Santoso, S. (2000). Statistik Parametrik. Jakarta: PT. Elex Komputindo.

Siregar, I. J. (2010). Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat Terhadap Kualitas Udara Kota Pontianak. Depok: Universitas Indonesia. Retrieved from http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/2016-8/20248486-S50574-Indra%20Januar%20Siregar.pdf

Wangke, H. (2011). Mencari solusi atas perubahan iklim. Jakarta: Sekjen DPR RI-P3DI.

Yuliara, I. M. (2016). Regresi Linier Sederhana. Bali: Universitas Udayana. Retrieved from https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_1_dir/3218126438990fa0771ddb555f70be42.pdf

Unduhan

Diterbitkan

15-12-2021

Cara Mengutip

Maharani, Dwi, Dewi Arafa Azra, Sarah Aprilia, Uzzi Ziqma, dan Resa Septiani Pontoh. 2021. “Pengaruh Luas Kebakaran Hutan Dan Lahan Terhadap Tingkat Pencemar Udara PM10”. Jurnal Ekologi, Masyarakat Dan Sains 2 (2). Bandung, Indonesia:60-65. https://doi.org/10.55448/ems.v2i2.14.

Terbitan

Bagian

Artikel