Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://journals.ecotas.org/index.php/ems <p>Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains (EMS) adalah inisiatif ECOTAS untuk diseminasi artikel ilmiah secara elektronik. Jurnal diharapkan dapat menjadi sarana penyebarluasan pengetahuan, gagasan, pemikiran dan hasil penelitian mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan upaya untuk menciptakan hubungan dan saling keberadaan yang harmonis antara manusia dengan alam lingkungan hidupnya. Jurnal memfasilitasi diskusi mengenai lingkungan hidup dan kedudukan manusia di dalamnya secara multidisiplin dan terbuka untuk memperoleh pengetahuan mengenai hubungan dan interaksi manusia dengan lingkungan alam,<span class="description-full"> sosial, dan budayanya termasuk lingkungan buatan manusia sendiri serta bagaimana selayaknya manusia berperilaku dalam kedudukannya.</span></p> <p><span class="description-full">Jurnal menerima naskah yang ditulis dalam Bahasa Indonesia yang dapat dipahami oleh pembaca yang luas dari berbagai disiplin ilmu baik ilmu alam, ilmu sosial dan humaniora yang bertalian dengan hubungan manusia dengan ekosistemnya yang berkaitan erat dengan kesejahteraan dan keberlanjutan kehidupan di bumi. Jurnal diupayakan terbit secara rutin dalam periode dua kali setahun untuk mempublikasikan artikel yang ditelaah oleh rekan sejawat <em>(peer review)</em>.</span></p> ECOTAS en-US Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains 2720-9717 Permasalahan Hidrologi di Daerah Aliran Sungai Kampar: Suatu Telaah Multi Perspektif https://journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/25 <p>Persepsi para pihak merupakan elemen kunci untuk mewujudkan pengelolaan DAS Kampar yang berkelanjutan. Kajian ini memiliki tujuan mengidentifikasi permasalahan hidrologi berdasarkan persepsi para pihak dan mengidentifikasi kesenjangan antara persepsi tersebut. Kajian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2018 - April 2019 di Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Barat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, meliputi proses editing data, kategorisasi, dan penafsiran data. Permasalahan hidrologi yang selama ini sering terjadi menurut masyarakat adalah pencemaran, banjir, erosi, abrasi, kekeruhan, dan pendangkalan. Faktor penyebab permasalahan hidrologi meliputi penggunaan pelet dari keramba jaring apung (KJA), limbah kelapa sawit, dan pembukaan lahan yang masif, penebangan liar di bagian hulu dan penambangan batu sungai. Persepsi umum dari pemerintah menegaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, kualitas air Sungai Kampar semakin memburuk. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, meliputi maraknya penebangan hutan, pembangunan yang bersifat parsial dan sektoral, belum tersedianya perencanaan pengembangan sumber-sumber air yang menyeluruh dan terpadu yang mencakup aspek pemanfaatan, pengelolaan, serta pengendalian dan pelestarian. Secara umum, persepsi para pihak memiliki persamaan. Walaupun begitu, masih terdapat beberapa perbedaan.</p> Mohd Yunus Copyright (c) 2020 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2020-12-01 2020-12-01 2 1 3 11 Peranan Kearifan Lokal Sistem Sasi Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut Indonesia https://journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/24 <p>Indonesia sebagai pemilik keanekagaraman hayati terbesar memiliki pula berbagai kearifan lokal yang didalamnya tersimpan jutaan makna. Sasi merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang berasal dari Maluku. Bentuk kearifan lokal ini yaitu upaya untuk melestarikan sumber daya alam darat maupun laut serta dapat membantu upaya konservasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sasi sebagai sistem dalam pengelolaan sumber daya laut berbasis kearifan lokal&nbsp; di wilayah pesisir Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi literatur, yaitu membaca, mempelajari, mengkaji, serta menganalisis terkait dengan literatur yang berhubungan dengan peranan sasi sebagai kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya laut Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sasi sebagai kearifan lokal masyarakat adat Maluku adalah modal dan model pengelolaan serta perlindungan lingkungan di tingkat regional, khususnya Maluku dan nasional, di mana penggunaan sumber daya alam harus harmonis dan seimbang fungsi lingkungannya.</p> Nurfani Indah Putri Copyright (c) 2021 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2020-12-08 2020-12-08 2 1 12 19 Peran BUMDes dalam Pengelolaan Sampah dengan Insinerator dan Komposter di Desa Sumbergondo, Kota Batu https://journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/28 <p><em>Masalah sampah menjadi sebuah isu yang begitu penting, karena memberikan dampak terhadap lingkungan, sehingga perlu diperhatikan bagi seluruh elemen yaitu&nbsp; Pemerintah maupun rakyat. Desa Sumbergondo, Kota Batu pernah menghadapi persoalan serius akan sampah. Volume sampah yang diproduksi tidak sebanding dengan sarana dan prasana dalam pengelolaan sampah, sehingga sampah dibuang secara sembarangan dan menumpuk pada satu tempat sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan dan kenyamanan. Namun BUMDes, sekitar tahun 2019 menciptakan alat peengelolaan sampah yaitu insinerator dan komposter dengan penggunaan Dana Desa. Tujuan dilaksanakan penelitian ini (1) menjelaskan terkait peran BUMDes terkait manajemen sampah di Desa Sumbergondo (2) memahami serta melihat akibat yang dirasakan warga Desa Sumbergondo sesudah ditemukan alat incenerator dan komposter dalam pengelolaan sampah di Desa Sumbergondo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik untuk pengumpulan datanya mengunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian berupa BUMDes memiliki peran penting dalam suksesnya pengelolaan sampah di Desa Sumbergondo, melalui program bank sampah dan alat insinerator dan komposter yang diciptakan BUMDes bisa mengatasi permasalahan sampah di desanya.</em></p> Rafi Alfiansyah Copyright (c) 2021 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2021-01-14 2021-01-14 2 1 20 28 Ekosistem Mangrove dan Mitigasi Pemanasan Global https://journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/20 <p>Pemanasan global berdampak pada kehidupan di dunia dan dirasakan oleh seluruh makhluk hidup. &nbsp;Salah satu penyebab terjadinya pemanasan global adalah peningkatan emisi karbon dioksida. Ekosistem Mangrove memiliki fungsi seperti hutan lainnya yaitu menyerap karbon dan juga berperan penting dalam mitigasi pemanasan global. Penelitian ini dilakukan untuk mengulas dan mengetahui pentingnya ekosistem mangrove dalam mitigasi pemanasan global. Metode penelitian yang digunakan studi literatur atau kajian pustaka dengan mengkaji beberapa artikel terkait. Studi literatur digunakan sebagai metode pengumpulan data dengan melakukan penggabungan beberapa data penelitian yang tercantum dalam artikel ilmiah yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan untuk mendapatkan suatu pemecahan masalah. Penelitian relevan dikumpulkan oleh penulis kemudian dikaji lebih dalam untuk membahas kembali peran ekosistem bagi mitigasi pemanasan global. Hasilnya Ekosistem mangrove memiliki potensi mitigasi yang sangat besar untuk mengatasi solusi untuk bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global.</p> Anisa Fitria Copyright (c) 2021 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2021-01-21 2021-01-21 2 1 29 34