Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://journals.ecotas.org/index.php/ems <p>Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains (EMS) adalah inisiatif ECOTAS untuk diseminasi artikel ilmiah secara elektronik. Jurnal diharapkan dapat menjadi sarana penyebarluasan pengetahuan, gagasan, pemikiran dan hasil penelitian mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan upaya untuk menciptakan hubungan dan saling keberadaan yang harmonis antara manusia dengan alam lingkungan hidupnya. Jurnal memfasilitasi diskusi mengenai lingkungan hidup dan kedudukan manusia di dalamnya secara multidisiplin dan terbuka untuk memperoleh pengetahuan mengenai hubungan dan interaksi manusia dengan lingkungan alam,<span class="description-full"> sosial, dan budayanya termasuk lingkungan buatan manusia sendiri serta bagaimana selayaknya manusia berperilaku dalam kedudukannya.</span></p> <p><span class="description-full">Jurnal menerima naskah yang ditulis dalam Bahasa Indonesia yang dapat dipahami oleh pembaca yang luas dari berbagai disiplin ilmu baik ilmu alam, ilmu sosial dan humaniora yang bertalian dengan hubungan manusia dengan ekosistemnya yang berkaitan erat dengan kesejahteraan dan keberlanjutan kehidupan di bumi. Jurnal diupayakan terbit secara rutin dalam periode dua kali setahun untuk mempublikasikan artikel yang ditelaah oleh rekan sejawat <em>(peer review)</em>.</span></p> ECOTAS en-US Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains 2720-9717 Front Matters https://journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/18 Editor Jurnal Ekologi Masyarakat dan Sains Copyright (c) 2020 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2020-07-19 2020-07-19 1 2 1 2 Kehidupan Sehat dan Sejahtera Melalui Olah Tanah Berbasis Keanekaragaman Hayati https://journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/9 <p>Pencapaian kehidupan sehat dan sejahtera membutuhkan pendekatan yang bersifat multi-disiplin dan multi-dimensi. Salah satu dimensi tersebut adalah fasilitas lingkungan hidup yang dapat menopang kebutuhan kehidupan dan menampung semua dampak dari aktifitas kehidupan tersebut. Olah tanah berbasis keanekaragaman hayati merupakan sebuah upaya terintegrasi dalam rangka penguatan fasilitas lingkungan hidup untuk melindungi, memulihkan, dan mendukung penggunaan ekosistem daratan secara berkelanjutan. Pertumbuhan populasi manusia yang cenderung meningkat berdampak pada kualitas tanah yang semakin terdegradasi akibat eksploitasi dan alih fungsi untuk memfasilitasi kebutuhan kehidupan manusia. Artikel ini membahas melalui kajian literatur terkait praktek pertanian organis sebagai olah tanah berbasis keanekaragaman hayati untuk meningkatkan kualitas keseburan tanah sebagai salah satu indikator fasilitas lingkungan hidup. Artikel menggunakan hasil penelitian tentang pertanian organis BSB Cisarua Bogor (2006) sebagai landasan kajian literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa pertanian organis BSB Cisarua meningkatkan kualitas kesuburan tanah sebagai indikator daya dukung dan daya tampung tanah melalui olah tanah berbasis keanekaragaman hayati di atas dan bawah tanah untuk menghasilkan produk pertanian yang bebas dari bahan kimia sintetis.</p> Familia Novita Simanjuntak Copyright (c) 2020 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2020-05-25 2020-05-25 1 2 6 11 Sisi Masalah Kemiskinan dari Sustainable Development Goals Melalui Perspektif Ekologi Manusia https://journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/11 <p>Secara global, hingga kini upaya untuk mengatasi permasalahan sosial-ekonomi dengan lingkungan selalu dikaitkan melalui Sustainable Development Goals (SDGs). Namun, di dalamnya sendiri ada masalah kemiskinan sebagai hal utama yang harus dianalisis untuk perencanaan pembangunan ke depannya secara holistik. Kajian ini dengan menggunakan alat analisis <em>three divides, iceberg model, </em>dan <em>systems theory </em>melalui pendekatan kualitatif harus bisa mendeskripsikan fenomena kemiskinan dalam SDGs ini. Hasilnya; ketiga alat analisis tersebut memiliki poin utama masing-masing yang menjelaskan fenomena kemiskinan dalam SDGs sesuai porsinya masing-masing.</p> Dwiki Faiz Sarvianto Copyright (c) 2020 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2020-07-04 2020-07-04 1 2 12 21 Peranan Sains Warga dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup https://journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/8 <p>Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk berperan serta dalam kegiatan penguasaan, pemanfaatan, dan pemajuan ilmu pengetahuan. Artikel ini menyajikan hasil penelitian literatur mengenai peranan dan potensi sains warga dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sains warga sebagai pengumpulan dan analisis data yang berkaitan dengan lingkungan hidup oleh anggota masyarakat umum berkolaborasi dengan ilmuwan profesional memiliki peranan potensial dalam pengelolaan lingkungan. Sains warga dapat berperan dalam upaya konservasi, pengambilan keputusan lokal, pemantauan lingkungan, dan penegakan hukum serta mewujudkan keadilan lingkungan.</p> Cecep Aminudin Copyright (c) 2020 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2020-07-04 2020-07-04 1 2 22 30 Peran Padang Lamun Terhadap Hewan Asosiasi di Perairan Indonesia https://journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/15 <p>Ekosistem lamun banyak dijumpai di daerah estuary dan memiliki produktivitas tinggi. Ekosistem ini memiliki beragam hewan asosiasi yang memanfaatkan padang lamun untuk menunjang aktivitas hidup. Sayangnya, kondisi tutupan padang lamun di Indonesia masih tergolong kurang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran padang lamun terhadap hewan asosiasi di perairan Indonesia dengan menggunakan metode studi literatur. Ekosistem lamun dengan kondisi baik memiliki hewan asosiasi yang beragam, seperti krustasea, moluska, ikan, echinodermata, mamalia, dan reptil. Hewan asosiasi memanfaatkan padang lamun yang kaya energi biomassa sebagai tempat mencari makan, memijah dan mengasuh larvanya hingga juvenile. Padang lamun mampu menahan ombak sehingga juga berfungsi sebagai tempat berlindung larva dan hewan-hewan asosiasi di ekosistem lamun. Bentuk asosiasi hewan dengan padang lamun tergolong dalam asosiasi positif yaitu diperkirakan terjadi ketergantungan antara lamun dengan hewan asosiasi, sehingga diharapkan ada tindakan yang dapat memperbaiki kondisi luas tutupan padang lamun di Indonesia agar berbagai hewan asosiasi di padang lamun mampu memanfaatkan peran padang lamun dengan optimal.</p> Nur Annisa Ardhiani Dwi Sukma Ardyanti Ade Suryanda Copyright (c) 2020 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2020-07-18 2020-07-18 1 2 31 37 Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Mitigasi Bencana Tsunami https://journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/17 <p>Provinsi Nangroe Aceh Darussalam pernah dilanda tsunami. Tsunami terjadi akibat dari fenomena alam seperti aktivitas gempa bumi, letusan gunung berapi, dan longsor bawah laut. Peringatan dini bencana alam, khususnya tsunami penting untuk meminimalisir korban dan kerugian yang ditimbulkan. Kearifan lokal masyarakat setempat atau wilayah berdampak merupakan salah satu cara mitigasi tsunami. Mitigasi tsunami tidak selalu hanya berkaitan dengan teknologi, melainkan ada sudut pandang sosial dan budaya yang juga memiliki peran penting. Dengan latar belakang tersebut, tujuan disusunya artikel ini adalah untuk memahami permasalahan penerapan sistem peringatan dini tsunami di Indonesia serta melihat dampak dari kearifan lokal masyarakat setempat sebagai salah satu bentuk mitigasi tsunami melalui studi literatur.</p> <p><em>&nbsp;</em></p> Wita Ramadhianty Kusuma Achmad S. Ramadhan Qurrota ‘Aini Ade Suryanda Copyright (c) 2020 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2020-07-19 2020-07-19 1 2 38 43