Pemanfaatan Koagulan Biji Asam Jawa Guna Memperbaiki Parameter BOD, COD, dan TSS Limbah Cair Industri Tahu

Penulis

  • Andi Mohamad Yusuf Universitas Trisakti
  • Ratnaningsih Ruhiyat Universitas Trisakti
  • Rositayanti Hadisoebroto Universitas Trisakti

DOI:

https://doi.org/10.55448/ems.v3i2.66

Kata Kunci:

Biji Asam Jawa, Air Limbah Tahu, Koagulan Alami

Abstrak

Industri tahu menghasilkan limbah yang perlu diproses terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Terdapat beberapa koagulan organik yang dapat digunakan sebagai penurun parameter pencemar yang terdapat pada limbah tahu, salah satunya yaitu biji asam jawa. Biji asam jawa (Tamarindus indica) dapat dimanfaatkan untuk pengolahan limbah karena bijinya mengandung pati yang bersifat sebagai flokulan alami. Penelitian ini bertujuan menguji keefektivitasan biji asam jawa sebagai koagulan organik dalam mengolah air limbah tahu. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus 2021 sampai Maret 2022 dengan pengambilan sampel air limbah tahu di Kalideres, Jakarta Selatan. Parameter yang akan dikurangi yaitu kekeruhan, TSS, COD, dan BOD. Hasil penelitian menunjukan bahwa biji asam jawa mampu mengurangi kekeruhan, TSS, COD, dan BOD di dosis 4 g/L dan pH 8 dengan parameter pencemar yang berhasil diturunkan yaitu kadar BOD diturunkan sebesar sebesar 82%, kadar COD diturunkan sebesar 82%, kadar TSS diturunkan sebesar 78%, dan kekeruhan diturunkan sebesar 84%.

Metrik

Metrik sedang dimuat ...

Referensi

Ancela W. 2020. Pemanfaatan Serbuk Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) sebagai Biokoagulan untuk Menurunkan Kadar TSS, COD, dan Kekeruhan dalam Limbah Cair Tahu. Bekasi(ID): Universitas Pelita Bangsa.

Aprilianti, Wafak Wahyudin. (2020). Pengaruh Pembubuhan Tawas sebagai Koagulan terhadap Penurunan Biological Oxygen Demand Air Limbah Tahu di Dusun Bunsyafaah Desa Puyung Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. Mataram(ID): Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL) Mataram.

Ardie, Wahyu Nugroho. 2009. Optimasi Penggunaan Koagulan pada Pengolahan Air Limbah Batubara. Depok (ID): Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

Ayu, Khafidha Rachamania. 2020. Efektivitas Kombinasi Serbuk Biji Kelor (Moringa Oleifera L.) dengan Serbuk Biji Flamboyan (Delonix Regia R.) sebagai Koagulan Alami untuk Menurunkan BOD, COD, TSS dan kekeruhan pada Limbah Cair Industri Tahu. Surabaya(ID): Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Enrico, Bernard. 2008. Pemanfaatan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) sebagai Koagulan Alternatif dalam Proses Penjernihan Air limbah Industri Tahu. Medan(ID): Universitas Sumatera Utara.

Husin, A. 2003. Pengolahan Air Limbah Industri Tahu menggunakan Biji Kelor (Moringa oleifera) sebagai Koagulan. Laporan penelitian Dosen Muda Fakultas Teknik Universitas Sumatra Utara.

Januardi, Robin, Tri Rima Setyawati, dan Mukarlina. 2014. Pengolahan Air Limbah Tahu menggunakan Kombinasi Serbuk Kelor (Moringa oleifera) dan Asam Jawa (Tamarindus indica). Pontianak(ID): Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura.

Kaswinarni, F. 2007. Kajian Teknis Pengolahan Limbah Padat dan Cair Industri Tahu. (Tesis). Semarang: Program Study Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No.5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah. Jakarta(ID): Kementerian Lingkungan Hidup.

Ningsih, Riyan. 2011. Pengaruh Pembubuhan Tawas dalam Menurunkan TSS pada Air Limbah Rumah Sakit. Pontianak(ID): Universitas Tanjung Pura.

Nurlina, Titin Anita Zahara, Gusrizal, dan Indah Dwi Kartika. 2015. Efektivitas Penggunaan Tawas dan Karbon Aktif pada Pengolahan Air limbah Industri Tahu. Pontianak (ID): Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No.5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah.

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Pradana TD, Suharsono S, Apriansyah A. 2018. Pengolahan limbah cair tahu untuk menurunkan kadar TSS dan BOD. Jurnal Vokasi Kesehatan. 4(2): 56-62

Presiden Republik Indonesia. 2001. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Jakarta(ID): Presiden Republik Indonesia.

Putra, Riko, Buyung Lebu, MHD Darwis Munthe, dan Ahmad Mulia Rambe. 2013. Pemanfaatan Biji Kelor sebagai Koagulan pada Proses Koagulasi Limbah Cair Industri Tahu dengan Menggunakan Jar Test. Medan(ID): Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.

Ratnani, R. D.. 2011. Kecepatan Penyerapan Zat Organik pada Air limbah Industri Tahu dengan Lumpur Aktif. Semarang(ID): Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Saputroh ASA, Priscilla MV, Susilowati T. 2020. Kajian efektivitas bioflokulan pati biji asam jawa terhadap penurunan kadar COD limbah air tahu. Journal of Chemical and Process Engineering. 1(1): 22-28.

Sri, Rozanna Irianty, Fenti Kartiwi, dan Devi Candra. 2011. Pengolahan Air limbah Tahu Menggunakan Biji Kelor (Moringa Oleifera Lamk). Pekanbaru (ID): Fakultas Teknik Universitas Riau Kampus Binawidya.

Sugiharto S. 2014. Dasar-dasar pengelolaan air limbah. Depok(ID): Universitas Indonesia Press.

Unduhan

Diterbitkan

16-08-2022

Cara Mengutip

Yusuf, Andi Mohamad, Ratnaningsih Ruhiyat, dan Rositayanti Hadisoebroto. 2022. “Pemanfaatan Koagulan Biji Asam Jawa Guna Memperbaiki Parameter BOD, COD, Dan TSS Limbah Cair Industri Tahu”. Jurnal Ekologi, Masyarakat Dan Sains 3 (2). Bandung, Indonesia:3-9. https://doi.org/10.55448/ems.v3i2.66.